Day 73 of Self-quarantine ‘New Normal’ is such a BULLSHIT

Setelah 2 bulan lebih Indonesia menderita pandemi Covid-19, lama kelamaan gue mengendus sesuatu yang mulai jelas semuanya. Baru – baru ini pemerintah menggalakkan bahwa kita harus ‘berdamai’ dengan virus ini, pemerintah akan menerapkan skema ‘New Normal’. Apa sih New Normal ini? Secara singkat ini adalah ‘Normal Baru’ yaitu masyarakat kegiatan seperti biasa tapi dengan berbagai pembatasan sosial dan menerapkan protokol kesehatan. Menurut gue ini bullshit banget.

Coba gimana caranya kita berdamai sama sesuatu yang diperdebatkan bahwa ia adalah makhluk hidup atau bukan–virus. Oke kita mau berdamai, virusnya mau?
Menurut gue ini bukan berdamai, tapi menyerah!
Apa pemerintah beneran menyerah?
Dari segala keputusan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, makin jelas arahnya adalah menyelamatkan ekonomi negara, bukan jiwa dan raga masyarakatnya.

Skema New Normal ala pemerintah ini lebih enak gue sebut sebagai skema pemerintah dalam menerapkan Herd Immunity secara alami di Indonesia.


Berikut Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang new normal untuk para pekerja yang harus menggunakan sarana umum (detik.com) :

Terawan mengimbau saat perjalanan ke kantor, pekerja wajib dalam kondisi sehat dan selalu menggunakan masker. Selain itu pekerja juga diimbau untuk tak memakai alat transportasi umum dalam perjalanan ke tempat kerja. Namun jika pekerja terpaksa memakai alat transportasi umum, Terawan mengeluarkan panduan seperti berikut:
– Tetap menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter.
– Upayakan tidak sering menyentuh fasilitas umum, gunakan hand sanitizer.
– Gunakan helm sendiri jika menggunakan ojek online.
– Upayakan membayar secara nontunai, jika terpaksa memegang uang gunakan hand sanitizer sesudahnya.
– Tidak menyentuh wajah atau mengucek mata dengan tangan.
– Gunakan tisu bersih jika terpaksa.

Berikut gue kasih juga pernyataan dari Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, usai rapat kabinet dengan Presiden Joko Widodo, Senin (18/05) (sumber: bbc.com) :
“Jadi nanti akan ada protokol bagaimana di restoran, bagaimana ibadah, nanti menteri agama akan mengatur itu. Lalu protokol bagaimana datang di acara yang pengunjung relatif banyak, dan sebagainya, nanti akan diatur secara detil dan itu harus dipatuhi,”
soal beribadah, beliau juga mengatakan : New normal, nanti boleh tetap salat Jumat berjamaah tapi beda salat Jumat berjamaahnya dengan sebelum ada new normal ini,”
Terkait dengan restoran, Muhadjir mengatakan “Misalnya ketika sudah dibolehkan buka maka tidak berarti restoran buka seperti sebelum ada Covid. Itulah disebut new normal, kehidupan normal baru, harus mematuhi protokol tentang bagaimana datang atau makan di restoran, dan restoran harus mematuhi protokol itu.”

Oke kedua pernyataan mentri tersebut punya persamaan, SAMA – SAMA HIMBAUAN. pertanyaan besar dari gue,
Siapa yang bisa jamin masyarakat akan ngikutin semua protokol itu?
Bagaimana negara menciptakan sistem pengawasan yang masif dan bisa menjamin ‘New Normal’ life ini?

Bro, gue sangat yakin pemerintah juga tau bahwasanya akan terjadi pelanggaran besar – besaran oleh masyarakat yang bakal menyebabkan kasus positif di Indonesia naik sangat tinggi. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terinfeksi, maka akan jauh lebih cepet juga pandeminya akan selesai. Loh, berarti?

Gue menilai ini sebagai skema pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi negara. Ngga cuma gue yang punya pendapat ini, Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ibu Esther Sri Astuti juga punya pandangan yang sama.
Nih gue kasih kutipan dari (bbc.com) soal pendapat beliau :

Ibu Esther menilai rencana pengurangan atau pelonggaran aturan pembatasan sosial yang dibungkus dalam bentuk protokol new normal adalah bentuk keberpihakan pemerintah pada kelompok bisnis, tanpa mempertimbangkan sisi kesehatan masyarakat. “Pemerintah hanya mendengarkan sekelompok orang dari pihak bisnis. Pemerintah terburu-buru jika aturan itu dikeluarkan dalam waktu cepat,” kata Esther. Ia menambahkan jika rencana itu diterapkan hanya akan membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk karena menguras uang pemerintah untuk meredam virus tersebut.

“Jadi berapa pun nanti anggaran yang dikeluarkan pemerintah itu tidak akan mampu untuk meredam virus covid karena penyebarannya luas sekali. Jadi satu-satunya cara adalah membatasi diri, menghimbau masyarakat untuk stay at home.

“Yang utama itu kesehatan baru ekonomi. Nyawa tidak bisa dibeli dengan uang. Kita sudah sehat, uang itu bisa dicari. Tidak ada negara yang melonggarkan PSBB jadi landai, ini rencana yang salah,” katanya.

Kalo memang skema ini diterapkan, pilihan satu-satunya adalah mematuhinya dan mendukungnya. Yang paling utama adalah keep in touch terus sama orang – orang tersayang kita, jangan sampe jadi korban ketidak-tegasan dan ketidak-konsistenan kebijakan pemerintah. Jangan sampe jadi orang – orang yang dikorbankan oleh pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi negara. Memangnya kalo ekonomi negara pulih, siapa yang menikmatinya?
Pertanyaan lebih mendasar lagi, se yakin apa ekonomi akan melesat setelah jutaan orang mati akibat kebijakan ini?

sumber informasi : https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-52705616
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5030676/ini-bocoran-skema-new-normal-di-transportasi-umum

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started