The Power Of Time

“Time brings all things to pass.” -Aeschylus
“We all have our time machines. Some take us back, they’re called memories. Some take us forward, they’re called dreams.” -Jeremy Irons

Time is one of the biggest illusion that human ever made
Time is the fourth dimension
Time is unseen, but it always with us.

Waktu itu kompleks. Jika seorang pendeta, filsuf, ilmuwan, dan ahli ekonomi diminta penjelasan tentang waktu, kita akan dengar 4 penjelasan berbeda.
Tapi yang jelas, manusia hidup dalam rangkaian waktu. Waktu sama pentingnya dengan oksigen, manusia ngga akan bisa hidup tanpa waktu.

Tulisan ini bermula dari foto – foto di masa lalu, dimana semuanya belum seperti sekarang. Foto – foto itu bercerita banyak hal, entah cerita bahagia ataupun sedih. Yang jelas itu semua adalah anugerah. Kalo inget siapa kita dulu, atau siapa ayah/ibu kita dulu, ngga ada kalkulasi yang tepat yang pada akhirnya bisa jadi siapa kita sekarang.
Banyak cerita bahagia memang, mungkin lebih bahagia dari sekarang. Tapi persoalannya bukan hanya bahagia. Mungkin kalau dikasih kesempatan untuk kembali ke masa lalu, gue ngga akan pernah tau kapan saat yang tepat buat pake kesempatan itu karena semua udah sempurna. Seberharga apapun momen di masa lalu; waktu gue kecil, waktu bokap masih megang perusahaan besar, waktu nyokap masih jadi alpha female di kantornya, waktu oma dan opa masih sebugar itu, dan dunia belum se-chaos ini, gue ngga akan pernah milih untuk hidup di masa-masa itu lagi.

Waktu udah ngerjain bagiannya dengan baik, pun gue harus kerjain bagian gue dengan baik juga. Rasanya kurang bersyukur kalo gue milih untuk hidup di masa lalu itu.

Time is powerful,
Time changes everything,
Time heals everything that reason can’t,
Time brings all things to pass.
Kalo kata anak senja, yang patah tumbuh, yang hilang berganti.
Entah tumbuh dan berganti ke yang lebih baik atau buruk, yang pasti semuanya terjadi karena suatu alasan; berkat atau pelajaran.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started