Kemanusiaan yang adil dan beradab, katanya.

Ini merupakan keresahan lama gue tentang kehidupan sosial di Indonesia yang akhirnya muncul lagi setelah gue baca berita pelecehan seksual di UI.

Sumber : line today

Sedikit gue ceritain, jadi si cewek ini jalan sendirian di lingkungan UI. Tiba – tiba ada segerombol cowok yang ngikutin dan melakukan pelecehan seksual. Si cewek ditanya – tanya pake pakaian dalem apa nggak terus sambil dipegang punggungnya (daerah tali beha). Terus mereka bilang “jangan lupa pake daleman ya besok”. Kelompok cowok ini teridentifikasi bukan mahasiswa UI, jadi mereka lagi ikut tes apa gitu di UI. Kemudian si cewek ini lari dan mereka ketawain. Cewek ini akhirnya lapor ke petugas keamanan setempat dan petugas manggil cowok – cowok ini. Si kelompok binatang bangsat ini ngga ngakuin perbuatan mereka dan akhirnya dilepas. Sedangkan si cewek ini malah disalahin karena jalan sendirian. Kurang lebih begitu, lo baca sendiri aja detailnya.

Gue sering banget dapet cerita dari temen – temen cewek gue kalo mereka sering dapet pelecehan seksual. Entah tiba – tiba ditanya “mbak udah ga perawan ya?” Atau di-cat calling, atau bahkan ada yang diajak masuk mobil. Ini menurut gue udah kelewatan jauh, menurut mereka perempuan serendah itu????

Sebagai laki – laki, gue juga punya pemikiran liar, gue juga tau apa yang dipikirin para anjing – anjing liar itu. Gue paham pikiran laki – laki gimana, tapi tolonglah bangsat gaperlu lo tuangin pikiran lo ke orang yang bersangkutan, lo pikir pikiran lo itu cemerlang bangsat? Kok kaya bayi anjing baru lahir gitu gatau apa – apa dan gapunya adab.

Untuk para perempuan Indonesia, gue mewakili para binatang liar itu memohon maaf sebesar – besarnya. Pesen gue, gue paham kalian ingin bebas, bebas berpakaian, bebas kemana – mana sendiri. Tapi ada satu hal yang perlu kita sama – sama sadari, bahwa Indonesia ini adalah negara yang tidak aman untuk perempuan. Sebuah realita yang kontradiksi dengan dasar negara kita bahwa kita negara beragama. Bahkan para petugas keamanan dan otoritas ketertiban pun nggak ngerti gimana caranya menyelesaikan hal begini. Jadi saya dengan segenap hati, memohon kalian untuk sangat berhati – hati. Tolong bijak berpakaian, disesuaikan aja sama lingkungannya. Tolong waspada kalo jalan sendirian, pilih jalan yang resikonya rendah, kalo bisa minta ditemenin. Bukannya saya mengatur – ngatur anda, tapi demi anda juga. Kita ngga bisa percaya lagi dengan orang lain, kita ngga bisa percaya lagi dengan para petugas – petugas keamanan.

Sebuah ironi yang begitu meledakkan pikiran. Sebuah negara bertuhan katanya, sebuah masyarakat religius katanya, sebuah negara yang adil dan beradab katanya, sebuah negara yang menjunjung tinggi nilai luhur katanya, katanya, katanya. Namun, persoalan menghargai perempuan saja belum lulus.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started